Kenapa Flow Rate dan Contact Time Penting untuk Sterilisasi Air Minum?

Penulis : Jenny 18 Feb 2025 Dilihat: 185 kali

Kenapa Flow Rate dan Contact Time Penting untuk Sterilisasi Air Minum? Dalam proses pemurnian gula dan sirup, sangat penting untuk bisa membasmi sebanyak mungkin mikroorganisme yang ada dalam sirup tersebut. Sejak 30 tahun silam, banyak peneliti telah menyatakan bahwa sinar ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu, dapat menjadi agen pembunuh kuman yang paling efektif. Utamanya adalah sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 250-265 nm. 


Proses Sterilisasi Mikroorganisme

Dalam proses sterilisasi mikroorganisme, sinar ultraviolet bekerja dengan cara merusak DNA dari mikroorganisme tersebut. Ultraviolet tidak membunuh secara langsung mikroorganisme tersebut, tetapi dengan DNA yang dirusak, bakteri tidak dapat lagi mereproduksi dirinya, sehingga tidak berbahaya bagi manusia. Untuk merusak DNA tersebut, diperlukan sinar ultraviolet dengan dosis tertentu. Dosis ultraviolet tersebut merujuk pada jumlah energi yang diterima oleh mikroorganisme. Pada dosis UV tertentu, DNA mikroorganisme tersebut dapat dirusak. Apabila dosisnya terlalu kecil, maka sinar ultraviolet tidak akan mampu merusak DNA mikroorganisme tersebut. Berikut merupakan ilustrasinya.

Seperti tergambarkan pada ilustrasi tersebut, garis DNA yang terkena sinar Ultraviolet mengalami kerusakan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apakah dosis sinar Ultraviolet yang dikeluarkan dari suatu lampu UV, cukup untuk merusak DNA mikroorganisme. Dosis dari sinar ultraviolet diperhitungkan dengan rumus sebagai berikut.


D = I × T

Keterangan:

D : Dosis Ultraviolet

I : Intensitas

T : Waktu Kontak


Faktor yang Mempengaruhi 

Ketika kita membahas intensitas, ada dua faktor penting yang harus dibahas yakni kualitas cairan dan sinar ultraviolet. Kedua faktor ini sangatlah penting karena cairan harus memiliki kualitas sedemikian rupa agar sinar ultraviolet dapat tembus, dan lampu ultraviolet pun harus bersih agar sinar ultraviolet dapat tembus dan tidak terhalang kotoran, baik dari dalam maupun dari luar lampu. Ini merupakan aspek yang berelasi antara materi dengan ruang.

Setelah kita mengetahui pentingnya transmisi ultraviolet dalam proses pemurnian cairan dari bakteri beserta dengan intensitasnya, terdapat aspek lain yang perlu kita perhatikan, yakni waktu kontak. Waktu kontak yang dimaksud adalah tentang durasi pertemuan antara aliran suatu cairan dengan sinar ultraviolet. Kita mengetahui bahwa cairan memiliki kekentalan yang berbeda, dan ini mempengaruhi kelajuan alirannya (velocity; flow rate). Apabila suatu cairan mengalir begitu cepat, maka waktu kontaknya dengan sinar ultraviolet cenderung lebih singkat. Sebaliknya, apabila suatu cairan mengalir begitu lambat, kemungkinan karena kekentalannya, maka waktu kontaknya dengan sinar ultraviolet cenderung lebih lama. Apabila perangkat filter cairan tidak didesain untuk melayani flowrate dengan jumlah tertentu, maka proses filter air tidak akan maksimal. Bagaimanakah menjawab tantangan ini?


Solusi 

Ultralow ULU UVT merupakan perangkat filter cairan berbasis ultraviolet yang dapat didesain sesuai dengan flow rate yang diperlukan. Dalam satu sistem, Ultralow ULU UVT memiliki chamber pipa yang di dalamnya terdapat lampu UV. Jarak antara lampu UV dengan ruang chamber ini cukup padat, sehingga cairan yang lewat dapat dimurnikan secara maksimal. Selain itu, Ultralow ULU UVT juga memiliki sistem yang jumlah chamber (dan lampu) nya dapat ditambahkan dan dikurangi sesuai dengan kelajuan aliran cairannya. Berikut merupakan tampilannya.

Seperti yang dapat dilihat di atas, Ultralow ULU UVT memiliki beberapa chamber yang berbentuk pipa dan berisikan lampu UV. Jumlah chamber ini, seperti dijelaskan sebelumnya, dapat dimodifikasi sesuai dengan flow rate keperluan pengguna. Sistem yang fleksibel ini memungkinkan Ultralow ULU UVT untuk secara maksimal memfilter cairan dengan rentang flow rate yang luas. Hal ini disebabkan dengan semakin banyaknya chamber, maka semakin banyaknya lampu UV, sehingga waktu kontak antara cairan dengan lampu pun semakin lama. Dengan demikian, dosis dari UV yang terpancarkan ke dalam cairan semakin besar. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan antara dosis UV, waktu kontak, dan intensitas dari ultraviolet, agar penjernihan mikroorganisme dapat dilakukan dengan maksimal.



Tag

Post Terbaru

© - Powered by Indotrading.